Latihan Soal Bahasa Indonesia
Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP — 30 soal HOTS keterampilan membaca yang menguji pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi teks informasi dan teks fiksi.
Bagi banyak pelajar, sarapan sering dianggap kegiatan yang boleh dilewati. Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sarapan berperan penting bagi keberhasilan belajar. Tubuh yang tidak menerima asupan pagi akan kekurangan glukosa. Zat itulah yang menjadi bahan bakar utama otak dalam bekerja.
Para ahli gizi menjelaskan bahwa konsentrasi seseorang dipengaruhi oleh kadar gula darah yang stabil. Ketika perut kosong, kadar gula darah menurun sehingga siswa mudah mengantuk dan sulit memusatkan perhatian. Kondisi itu tentu mengganggu proses penyerapan pelajaran di kelas.
Sarapan tidak harus berat. Menu sederhana seperti nasi, telur, buah pisang, dan segelas susu sudah memenuhi kebutuhan energi pagi hari. Telur mengandung protein berkualitas tinggi, sedangkan pisang menyediakan kalium yang baik bagi kerja otot dan saraf. Susu melengkapi kebutuhan kalsium untuk pertumbuhan tulang.
Kebiasaan itu juga berpengaruh pada suasana hati. Siswa yang terbiasa sarapan cenderung lebih sabar dan tidak mudah marah. Hal tersebut terjadi karena tubuh tidak kekurangan energi sehingga emosi lebih mudah terkendali. Sebaliknya, siswa yang langsung berangkat tanpa makan rawan lelah dan mudah tersinggung.
Oleh karena itu, orang tua dan sekolah perlu bekerja sama menanamkan kebiasaan makan pagi. Waktu persiapan pun tidak perlu lama. Menu bergizi dapat disiapkan pada malam sebelumnya agar urusan pagi lebih cepat selesai. Sarapan yang teratur merupakan investasi kecil bagi prestasi yang besar.
Bagi banyak pelajar, sarapan sering dianggap kegiatan yang boleh dilewati. Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sarapan berperan penting bagi keberhasilan belajar. Tubuh yang tidak menerima asupan pagi akan kekurangan glukosa. Zat itulah yang menjadi bahan bakar utama otak dalam bekerja.
Para ahli gizi menjelaskan bahwa konsentrasi seseorang dipengaruhi oleh kadar gula darah yang stabil. Ketika perut kosong, kadar gula darah menurun sehingga siswa mudah mengantuk dan sulit memusatkan perhatian. Kondisi itu tentu mengganggu proses penyerapan pelajaran di kelas.
Sarapan tidak harus berat. Menu sederhana seperti nasi, telur, buah pisang, dan segelas susu sudah memenuhi kebutuhan energi pagi hari. Telur mengandung protein berkualitas tinggi, sedangkan pisang menyediakan kalium yang baik bagi kerja otot dan saraf. Susu melengkapi kebutuhan kalsium untuk pertumbuhan tulang.
Kebiasaan itu juga berpengaruh pada suasana hati. Siswa yang terbiasa sarapan cenderung lebih sabar dan tidak mudah marah. Hal tersebut terjadi karena tubuh tidak kekurangan energi sehingga emosi lebih mudah terkendali. Sebaliknya, siswa yang langsung berangkat tanpa makan rawan lelah dan mudah tersinggung.
Oleh karena itu, orang tua dan sekolah perlu bekerja sama menanamkan kebiasaan makan pagi. Waktu persiapan pun tidak perlu lama. Menu bergizi dapat disiapkan pada malam sebelumnya agar urusan pagi lebih cepat selesai. Sarapan yang teratur merupakan investasi kecil bagi prestasi yang besar.
Bagi banyak pelajar, sarapan sering dianggap kegiatan yang boleh dilewati. Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sarapan berperan penting bagi keberhasilan belajar. Tubuh yang tidak menerima asupan pagi akan kekurangan glukosa. Zat itulah yang menjadi bahan bakar utama otak dalam bekerja.
Para ahli gizi menjelaskan bahwa konsentrasi seseorang dipengaruhi oleh kadar gula darah yang stabil. Ketika perut kosong, kadar gula darah menurun sehingga siswa mudah mengantuk dan sulit memusatkan perhatian. Kondisi itu tentu mengganggu proses penyerapan pelajaran di kelas.
Sarapan tidak harus berat. Menu sederhana seperti nasi, telur, buah pisang, dan segelas susu sudah memenuhi kebutuhan energi pagi hari. Telur mengandung protein berkualitas tinggi, sedangkan pisang menyediakan kalium yang baik bagi kerja otot dan saraf. Susu melengkapi kebutuhan kalsium untuk pertumbuhan tulang.
Kebiasaan itu juga berpengaruh pada suasana hati. Siswa yang terbiasa sarapan cenderung lebih sabar dan tidak mudah marah. Hal tersebut terjadi karena tubuh tidak kekurangan energi sehingga emosi lebih mudah terkendali. Sebaliknya, siswa yang langsung berangkat tanpa makan rawan lelah dan mudah tersinggung.
Oleh karena itu, orang tua dan sekolah perlu bekerja sama menanamkan kebiasaan makan pagi. Waktu persiapan pun tidak perlu lama. Menu bergizi dapat disiapkan pada malam sebelumnya agar urusan pagi lebih cepat selesai. Sarapan yang teratur merupakan investasi kecil bagi prestasi yang besar.
Bank Sampah SMP Tunas Bangsa resmi beroperasi pada awal semester ini. Gagasan itu muncul dari musyawarah kelas setelah tempat pembuangan akhir kota semakin penuh. Ide tersebut disambut antusias oleh tiga puluh siswa pada pekan pertama. Siswa yang ingin menjadi nasabah cukup mendaftar melalui ketua kelas masing-masing.
Jenis sampah yang diterima terbatas pada plastik, kertas, dan kaleng bekas. Setiap jenis memiliki nilai tukar yang berbeda. Satu kilogram botol plastik dinilai dua ribu rupiah, sedangkan kertas seberat itu ditukar dua kali lipatnya. Kaleng bekas menempati nilai tertinggi, yaitu lima ribu rupiah per kilogram.
Penimbangan dilakukan setiap Jumat selepas jam pelajaran. Petugas memverifikasi timbangan sebelum menghitung nilai tabungan. Uang hasil penjualan tidak boleh diambil langsung, melainkan dicatat pada buku tabungan mini milik nasabah. Dana itu dapat dipakai membayar seragam atau membeli alat tulis pada akhir semester.
Sampah yang terkumpul dijual kepada pengepul di kota. Keuntungan penjualan dipakai membeli kantong sampah baru dan membayar upah pengangkut. Sisa dananya ditabung sebagai dana kegiatan kelas. Kepala sekolah berharap kegiatan ini menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sejak dini.
Bank Sampah SMP Tunas Bangsa resmi beroperasi pada awal semester ini. Gagasan itu muncul dari musyawarah kelas setelah tempat pembuangan akhir kota semakin penuh. Ide tersebut disambut antusias oleh tiga puluh siswa pada pekan pertama. Siswa yang ingin menjadi nasabah cukup mendaftar melalui ketua kelas masing-masing.
Jenis sampah yang diterima terbatas pada plastik, kertas, dan kaleng bekas. Setiap jenis memiliki nilai tukar yang berbeda. Satu kilogram botol plastik dinilai dua ribu rupiah, sedangkan kertas seberat itu ditukar dua kali lipatnya. Kaleng bekas menempati nilai tertinggi, yaitu lima ribu rupiah per kilogram.
Penimbangan dilakukan setiap Jumat selepas jam pelajaran. Petugas memverifikasi timbangan sebelum menghitung nilai tabungan. Uang hasil penjualan tidak boleh diambil langsung, melainkan dicatat pada buku tabungan mini milik nasabah. Dana itu dapat dipakai membayar seragam atau membeli alat tulis pada akhir semester.
Sampah yang terkumpul dijual kepada pengepul di kota. Keuntungan penjualan dipakai membeli kantong sampah baru dan membayar upah pengangkut. Sisa dananya ditabung sebagai dana kegiatan kelas. Kepala sekolah berharap kegiatan ini menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sejak dini.
Bank Sampah SMP Tunas Bangsa resmi beroperasi pada awal semester ini. Gagasan itu muncul dari musyawarah kelas setelah tempat pembuangan akhir kota semakin penuh. Ide tersebut disambut antusias oleh tiga puluh siswa pada pekan pertama. Siswa yang ingin menjadi nasabah cukup mendaftar melalui ketua kelas masing-masing.
Jenis sampah yang diterima terbatas pada plastik, kertas, dan kaleng bekas. Setiap jenis memiliki nilai tukar yang berbeda. Satu kilogram botol plastik dinilai dua ribu rupiah, sedangkan kertas seberat itu ditukar dua kali lipatnya. Kaleng bekas menempati nilai tertinggi, yaitu lima ribu rupiah per kilogram.
Penimbangan dilakukan setiap Jumat selepas jam pelajaran. Petugas memverifikasi timbangan sebelum menghitung nilai tabungan. Uang hasil penjualan tidak boleh diambil langsung, melainkan dicatat pada buku tabungan mini milik nasabah. Dana itu dapat dipakai membayar seragam atau membeli alat tulis pada akhir semester.
Sampah yang terkumpul dijual kepada pengepul di kota. Keuntungan penjualan dipakai membeli kantong sampah baru dan membayar upah pengangkut. Sisa dananya ditabung sebagai dana kegiatan kelas. Kepala sekolah berharap kegiatan ini menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sejak dini.
| # | Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|---|
| A. | Nasabah boleh langsung mengambil uang hasil penjualan sampahnya setiap Jumat | ||
| B. | Kaleng bekas memiliki nilai tukar tertinggi dibandingkan plastik dan kertas | ||
| C. | Bank sampah menerima semua jenis sampah tanpa pembedaan |
Kunang-kunang adalah kumbang yang mampu memancarkan cahaya pada malam hari. Cahaya itu dihasilkan oleh zat kimia bernama luciferin yang bereaksi dengan oksigen. Proses pencahayaan pada tubuh hewan ini dikenal sebagai bioluminesensi. Bagi kunang-kunang, cahaya bukan hiasan, melainkan alat komunikasi untuk menarik pasangan serta mengusir pemangsa.
Kehadiran kunang-kunang menjadi penanda penting bagi lingkungan. Hewan itu hanya hidup di tempat yang udaranya bersih dan tanahnya lembap. Apabila kerlipnya mulai menghilang dari sawah atau kebun, hal itu biasanya menandakan pencemaran atau kerusakan habitat.
Beberapa tahun terakhir, jumlah kunang-kunang di berbagai daerah menyusut. Lampu jalan dan lampu gedung membuat cahaya komunikasi mereka tidak lagi terlihat. Penyemprotan pestisida juga mematikan larva yang hidup di dalam tanah. Selain itu, alih fungsi lahan menghilangkan tempat bertelur hewan tersebut.
Kini sejumlah desa wisata menjadikan kunang-kunang sebagai daya tarik malam hari. Petani di wilayah itu mengurangi penggunaan pestisida dan menanam kembali pepohonan tepi sungai. Hasilnya menggembirakan: kerlip kunang-kunang perlahan kembali menghiasi malam, sekaligus menambah penghasilan warga dari kunjungan wisatawan.
Kunang-kunang adalah kumbang yang mampu memancarkan cahaya pada malam hari. Cahaya itu dihasilkan oleh zat kimia bernama luciferin yang bereaksi dengan oksigen. Proses pencahayaan pada tubuh hewan ini dikenal sebagai bioluminesensi. Bagi kunang-kunang, cahaya bukan hiasan, melainkan alat komunikasi untuk menarik pasangan serta mengusir pemangsa.
Kehadiran kunang-kunang menjadi penanda penting bagi lingkungan. Hewan itu hanya hidup di tempat yang udaranya bersih dan tanahnya lembap. Apabila kerlipnya mulai menghilang dari sawah atau kebun, hal itu biasanya menandakan pencemaran atau kerusakan habitat.
Beberapa tahun terakhir, jumlah kunang-kunang di berbagai daerah menyusut. Lampu jalan dan lampu gedung membuat cahaya komunikasi mereka tidak lagi terlihat. Penyemprotan pestisida juga mematikan larva yang hidup di dalam tanah. Selain itu, alih fungsi lahan menghilangkan tempat bertelur hewan tersebut.
Kini sejumlah desa wisata menjadikan kunang-kunang sebagai daya tarik malam hari. Petani di wilayah itu mengurangi penggunaan pestisida dan menanam kembali pepohonan tepi sungai. Hasilnya menggembirakan: kerlip kunang-kunang perlahan kembali menghiasi malam, sekaligus menambah penghasilan warga dari kunjungan wisatawan.
Kunang-kunang adalah kumbang yang mampu memancarkan cahaya pada malam hari. Cahaya itu dihasilkan oleh zat kimia bernama luciferin yang bereaksi dengan oksigen. Proses pencahayaan pada tubuh hewan ini dikenal sebagai bioluminesensi. Bagi kunang-kunang, cahaya bukan hiasan, melainkan alat komunikasi untuk menarik pasangan serta mengusir pemangsa.
Kehadiran kunang-kunang menjadi penanda penting bagi lingkungan. Hewan itu hanya hidup di tempat yang udaranya bersih dan tanahnya lembap. Apabila kerlipnya mulai menghilang dari sawah atau kebun, hal itu biasanya menandakan pencemaran atau kerusakan habitat.
Beberapa tahun terakhir, jumlah kunang-kunang di berbagai daerah menyusut. Lampu jalan dan lampu gedung membuat cahaya komunikasi mereka tidak lagi terlihat. Penyemprotan pestisida juga mematikan larva yang hidup di dalam tanah. Selain itu, alih fungsi lahan menghilangkan tempat bertelur hewan tersebut.
Kini sejumlah desa wisata menjadikan kunang-kunang sebagai daya tarik malam hari. Petani di wilayah itu mengurangi penggunaan pestisida dan menanam kembali pepohonan tepi sungai. Hasilnya menggembirakan: kerlip kunang-kunang perlahan kembali menghiasi malam, sekaligus menambah penghasilan warga dari kunjungan wisatawan.
Kunang-kunang adalah kumbang yang mampu memancarkan cahaya pada malam hari. Cahaya itu dihasilkan oleh zat kimia bernama luciferin yang bereaksi dengan oksigen. Proses pencahayaan pada tubuh hewan ini dikenal sebagai bioluminesensi. Bagi kunang-kunang, cahaya bukan hiasan, melainkan alat komunikasi untuk menarik pasangan serta mengusir pemangsa.
Kehadiran kunang-kunang menjadi penanda penting bagi lingkungan. Hewan itu hanya hidup di tempat yang udaranya bersih dan tanahnya lembap. Apabila kerlipnya mulai menghilang dari sawah atau kebun, hal itu biasanya menandakan pencemaran atau kerusakan habitat.
Beberapa tahun terakhir, jumlah kunang-kunang di berbagai daerah menyusut. Lampu jalan dan lampu gedung membuat cahaya komunikasi mereka tidak lagi terlihat. Penyemprotan pestisida juga mematikan larva yang hidup di dalam tanah. Selain itu, alih fungsi lahan menghilangkan tempat bertelur hewan tersebut.
Kini sejumlah desa wisata menjadikan kunang-kunang sebagai daya tarik malam hari. Petani di wilayah itu mengurangi penggunaan pestisida dan menanam kembali pepohonan tepi sungai. Hasilnya menggembirakan: kerlip kunang-kunang perlahan kembali menghiasi malam, sekaligus menambah penghasilan warga dari kunjungan wisatawan.
(1) Kata "serangga" bersifat umum, sedangkan kata "kunang-kunang" bersifat khusus.
(2) Kalimat "Cahaya itu dihasilkan oleh zat kimia bernama luciferin" menggunakan makna konotatif.
(3) Kata "pencemaran" termasuk kata abstrak karena tidak dapat diraba oleh indra.
(4) Kata "bioluminesensi" merupakan sebutan untuk proses pencahayaan pada tubuh hewan.
Petak tanah kosong di belakang sekolah akhirnya dimanfaatkan oleh kelas 8B. Wali kelas menyerahkan petak itu untuk ditanami tomat dan cabai. Semangat siswa menyala pada pekan pertama. Namun, kebiasaan menyiram perlahan ditinggalkan hingga hanya tersisa lima anak yang setia datang.
Bayu, ketua kelas, tidak memilih menghukum teman-temannya. Ia membuat jadwal piket bergambar lalu menempelkannya di papan pengumuman. Setiap kelompok diberi tugas berbeda: menyiram, mencabut gulma, atau mencatat pertumbuhan. "Kebun ini punya jadwal, sama seperti kita punya pelajaran," katanya ringan.
Minggu-minggu awal, Raka kerap mengejek para petani muda itu. "Kalian main lumpur saja, ya?" ujarnya. Tidak seorang pun membalas ejekannya. Lambat laun, pohon tomat berbunga kuning, kemudian berbuah merah keemasan. Raka diam-diam mulai mendekat. Ia minta diterima dan ditugaskan menyusun catatan panen.
Hari panen raya tiba. Hasil kebun dijual kepada kantin sekolah. Uangnya dipakai membeli dua set buku cerita untuk pojok baca kelas. Kepala sekolah yang menyaksikan kegiatan itu berjanji menjadikan kebun 8B proyek percontohan bagi kelas lain. Bayu hanya tersenyum. Baginya, kebun itu bukan milik lima anak yang rajin, melainkan bukti bahwa rencana yang baik harus dijaga bersama-sama.
Petak tanah kosong di belakang sekolah akhirnya dimanfaatkan oleh kelas 8B. Wali kelas menyerahkan petak itu untuk ditanami tomat dan cabai. Semangat siswa menyala pada pekan pertama. Namun, kebiasaan menyiram perlahan ditinggalkan hingga hanya tersisa lima anak yang setia datang.
Bayu, ketua kelas, tidak memilih menghukum teman-temannya. Ia membuat jadwal piket bergambar lalu menempelkannya di papan pengumuman. Setiap kelompok diberi tugas berbeda: menyiram, mencabut gulma, atau mencatat pertumbuhan. "Kebun ini punya jadwal, sama seperti kita punya pelajaran," katanya ringan.
Minggu-minggu awal, Raka kerap mengejek para petani muda itu. "Kalian main lumpur saja, ya?" ujarnya. Tidak seorang pun membalas ejekannya. Lambat laun, pohon tomat berbunga kuning, kemudian berbuah merah keemasan. Raka diam-diam mulai mendekat. Ia minta diterima dan ditugaskan menyusun catatan panen.
Hari panen raya tiba. Hasil kebun dijual kepada kantin sekolah. Uangnya dipakai membeli dua set buku cerita untuk pojok baca kelas. Kepala sekolah yang menyaksikan kegiatan itu berjanji menjadikan kebun 8B proyek percontohan bagi kelas lain. Bayu hanya tersenyum. Baginya, kebun itu bukan milik lima anak yang rajin, melainkan bukti bahwa rencana yang baik harus dijaga bersama-sama.
Petak tanah kosong di belakang sekolah akhirnya dimanfaatkan oleh kelas 8B. Wali kelas menyerahkan petak itu untuk ditanami tomat dan cabai. Semangat siswa menyala pada pekan pertama. Namun, kebiasaan menyiram perlahan ditinggalkan hingga hanya tersisa lima anak yang setia datang.
Bayu, ketua kelas, tidak memilih menghukum teman-temannya. Ia membuat jadwal piket bergambar lalu menempelkannya di papan pengumuman. Setiap kelompok diberi tugas berbeda: menyiram, mencabut gulma, atau mencatat pertumbuhan. "Kebun ini punya jadwal, sama seperti kita punya pelajaran," katanya ringan.
Minggu-minggu awal, Raka kerap mengejek para petani muda itu. "Kalian main lumpur saja, ya?" ujarnya. Tidak seorang pun membalas ejekannya. Lambat laun, pohon tomat berbunga kuning, kemudian berbuah merah keemasan. Raka diam-diam mulai mendekat. Ia minta diterima dan ditugaskan menyusun catatan panen.
Hari panen raya tiba. Hasil kebun dijual kepada kantin sekolah. Uangnya dipakai membeli dua set buku cerita untuk pojok baca kelas. Kepala sekolah yang menyaksikan kegiatan itu berjanji menjadikan kebun 8B proyek percontohan bagi kelas lain. Bayu hanya tersenyum. Baginya, kebun itu bukan milik lima anak yang rajin, melainkan bukti bahwa rencana yang baik harus dijaga bersama-sama.
Sudah lima belas tahun Pak Kartono mengemudi angkot rute Pasar-Kalirejo. Ia hafal tiap penumpangnya, mulai dari Bu Ratna penjual sayur sampai para pelajar yang pulang siang. Bila ada yang kekurangan uang, ia hanya mengangguk dan mengajak naik tanpa membayar. Anak-anak pun akrab menyebutnya Kakek Angkot.
Suatu sore, mesin angkot itu tiba-tiba berbunyi ganjil lalu berhenti di tengah jalan. Hasil pemeriksaan montir menyebutkan beberapa suku cadang harus diganti. Biayanya cukup besar, sementara tabungan Pak Kartono baru saja dipakai membayar uang sekolah anaknya. Beberapa hari ia bersedih karena satu-satunya alat pencari nafkah itu terhenti. Penumpang setia sempat bertanya-tanya mengapa angkot itu tidak muncul selama beberapa hari.
Kabar itu menyebar dari mulut ke mulut. Bu Ratna memulai pengumpulan sumbangan sukarela di pasar. Para pelajar menyumbang dari uang jajannya. Bahkan, montir yang biasa memperbaiki angkot itu rela memotong biaya jasa. Dalam sepekan, dana perbaikan terkumpul tanpa diminta siapa pun.
Angkot khas oranye itu kembali melaju dengan suara halus. Setiap penumpang naik, Pak Kartono selalu menoleh dan mengucap terima kasih. Ia sadar, kebaikan yang selama ini disebar di sepanjang rute ternyata pulang juga kepadanya, lebih banyak daripada yang pernah ia bayangkan.
Sudah lima belas tahun Pak Kartono mengemudi angkot rute Pasar-Kalirejo. Ia hafal tiap penumpangnya, mulai dari Bu Ratna penjual sayur sampai para pelajar yang pulang siang. Bila ada yang kekurangan uang, ia hanya mengangguk dan mengajak naik tanpa membayar. Anak-anak pun akrab menyebutnya Kakek Angkot.
Suatu sore, mesin angkot itu tiba-tiba berbunyi ganjil lalu berhenti di tengah jalan. Hasil pemeriksaan montir menyebutkan beberapa suku cadang harus diganti. Biayanya cukup besar, sementara tabungan Pak Kartono baru saja dipakai membayar uang sekolah anaknya. Beberapa hari ia bersedih karena satu-satunya alat pencari nafkah itu terhenti. Penumpang setia sempat bertanya-tanya mengapa angkot itu tidak muncul selama beberapa hari.
Kabar itu menyebar dari mulut ke mulut. Bu Ratna memulai pengumpulan sumbangan sukarela di pasar. Para pelajar menyumbang dari uang jajannya. Bahkan, montir yang biasa memperbaiki angkot itu rela memotong biaya jasa. Dalam sepekan, dana perbaikan terkumpul tanpa diminta siapa pun.
Angkot khas oranye itu kembali melaju dengan suara halus. Setiap penumpang naik, Pak Kartono selalu menoleh dan mengucap terima kasih. Ia sadar, kebaikan yang selama ini disebar di sepanjang rute ternyata pulang juga kepadanya, lebih banyak daripada yang pernah ia bayangkan.
Sudah lima belas tahun Pak Kartono mengemudi angkot rute Pasar-Kalirejo. Ia hafal tiap penumpangnya, mulai dari Bu Ratna penjual sayur sampai para pelajar yang pulang siang. Bila ada yang kekurangan uang, ia hanya mengangguk dan mengajak naik tanpa membayar. Anak-anak pun akrab menyebutnya Kakek Angkot.
Suatu sore, mesin angkot itu tiba-tiba berbunyi ganjil lalu berhenti di tengah jalan. Hasil pemeriksaan montir menyebutkan beberapa suku cadang harus diganti. Biayanya cukup besar, sementara tabungan Pak Kartono baru saja dipakai membayar uang sekolah anaknya. Beberapa hari ia bersedih karena satu-satunya alat pencari nafkah itu terhenti. Penumpang setia sempat bertanya-tanya mengapa angkot itu tidak muncul selama beberapa hari.
Kabar itu menyebar dari mulut ke mulut. Bu Ratna memulai pengumpulan sumbangan sukarela di pasar. Para pelajar menyumbang dari uang jajannya. Bahkan, montir yang biasa memperbaiki angkot itu rela memotong biaya jasa. Dalam sepekan, dana perbaikan terkumpul tanpa diminta siapa pun.
Angkot khas oranye itu kembali melaju dengan suara halus. Setiap penumpang naik, Pak Kartono selalu menoleh dan mengucap terima kasih. Ia sadar, kebaikan yang selama ini disebar di sepanjang rute ternyata pulang juga kepadanya, lebih banyak daripada yang pernah ia bayangkan.
| # | Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|---|
| A. | Pak Kartono telah menjadi sopir angkot selama lima belas tahun | ||
| B. | Pak Kartono menolak mengangkut penumpang yang tidak membayar | ||
| C. | Dana perbaikan angkot terkumpul dari sumbangan warga dan potongan jasa montir |
Malam di kampung itu datang perlahan. Kabut menyusuri lekuk-lekuk jalan setapak seperti ular putih yang malu-malu. Dari kejauhan, gemericik air jatuh mengetuk-ngetuk daun pisang, sementara aroma tanah basah naik membaur dengan bunga sedap malam. Larik gamelan mengalun samar dari balai desa, menggulung sunyi menjadi tenang. Naya memejamkan mata dan membiarkan kampung ini memeluknya seperti pelukan ibu yang tidak pernah lelah. Ia tahu, esok kereta akan membawanya pergi, tetapi kampung akan tetap berdenyut di nadinya.
Malam di kampung itu datang perlahan. Kabut menyusuri lekuk-lekuk jalan setapak seperti ular putih yang malu-malu. Dari kejauhan, gemericik air jatuh mengetuk-ngetuk daun pisang, sementara aroma tanah basah naik membaur dengan bunga sedap malam. Larik gamelan mengalun samar dari balai desa, menggulung sunyi menjadi tenang. Naya memejamkan mata dan membiarkan kampung ini memeluknya seperti pelukan ibu yang tidak pernah lelah. Ia tahu, esok kereta akan membawanya pergi, tetapi kampung akan tetap berdenyut di nadinya.
Pemerintah desa menggandeng perusahaan energi terbarukan untuk memasang panel surya di gedung serbaguna dan puskesmas. Listrik dari sinar matahari itu menyimpan energi pada baterai sehingga tetap mengalir saat langit mendung maupun malam hari. Biaya operasionalnya dinilai lebih murah karena tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak.
Kelebihan teknologi ini tampak dari pola hidup warga yang mulai berubah. Lampu jalan menyala lebih terang, kegiatan karang taruna dapat berlangsung hingga malam, dan mesin pompa air berputar tanpa mengeluarkan asap. Panel surya juga tidak menimbulkan suara bising sehingga keramaian desa tetap tenang. Warga kini berani memasang peralatan elektronik rumah tangga tanpa takut tagihan membengkak.
Namun, keandalan sistem ini masih menghadapi tantangan. Saat hujan berhari-hari, simpanan energi baterai dapat menipis sehingga penggunaan listrik harus dihemat. Pembersihan panel dari debu dan daun juga perlu dilakukan secara rutin. Selain itu, harga panel dan baterai di awal pemasangan tergolong besar bagi kas desa.
Pemerintah desa menggandeng perusahaan energi terbarukan untuk memasang panel surya di gedung serbaguna dan puskesmas. Listrik dari sinar matahari itu menyimpan energi pada baterai sehingga tetap mengalir saat langit mendung maupun malam hari. Biaya operasionalnya dinilai lebih murah karena tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak.
Kelebihan teknologi ini tampak dari pola hidup warga yang mulai berubah. Lampu jalan menyala lebih terang, kegiatan karang taruna dapat berlangsung hingga malam, dan mesin pompa air berputar tanpa mengeluarkan asap. Panel surya juga tidak menimbulkan suara bising sehingga keramaian desa tetap tenang. Warga kini berani memasang peralatan elektronik rumah tangga tanpa takut tagihan membengkak.
Namun, keandalan sistem ini masih menghadapi tantangan. Saat hujan berhari-hari, simpanan energi baterai dapat menipis sehingga penggunaan listrik harus dihemat. Pembersihan panel dari debu dan daun juga perlu dilakukan secara rutin. Selain itu, harga panel dan baterai di awal pemasangan tergolong besar bagi kas desa.
Salsa selalu duduk paling depan saat pelajaran matematika, tetapi nilainya justru yang terendah di kelas. Ia menghafal rumus dengan rajin, menyalin catatan teman dengan rapi, bahkan mengikuti les tambahan. Anehnya, begitu soal berubah sedikit dari contoh, Salsa langsung kebingungan dan menyerah.
Pak Damar, guru matematika, menyadari pola itu. Suatu sore ia memanggil Salsa dan menugaskannya hal yang aneh: memecahkan resep kue kering ibunya agar muat dalam loyang yang lebih kecil. Salsa keberatan karena takut gagal. Pak Damar hanya tersenyum dan berkata, "Coba dulu, hitunglah. Matematika bukan hafalan, melainkan alat berpikir."
Malam itu Salsa menghitung dan gagal dua kali. Adonan pertama terlalu manis, percobaan kedua gagal karena takaran mentega meleset. Pada percobaan ketiga, akhirnya kuenya matang sempurna. Ia sadar, yang selama ini ia lakukan di kelas hanyalah menghafal angka tanpa memahami maksudnya. Sejak hari itu Salsa mengubah cara belajarnya. Ia mulai bertanya mengapa rumus itu bekerja, bukan sekadar menghafalnya.
Salsa selalu duduk paling depan saat pelajaran matematika, tetapi nilainya justru yang terendah di kelas. Ia menghafal rumus dengan rajin, menyalin catatan teman dengan rapi, bahkan mengikuti les tambahan. Anehnya, begitu soal berubah sedikit dari contoh, Salsa langsung kebingungan dan menyerah.
Pak Damar, guru matematika, menyadari pola itu. Suatu sore ia memanggil Salsa dan menugaskannya hal yang aneh: memecahkan resep kue kering ibunya agar muat dalam loyang yang lebih kecil. Salsa keberatan karena takut gagal. Pak Damar hanya tersenyum dan berkata, "Coba dulu, hitunglah. Matematika bukan hafalan, melainkan alat berpikir."
Malam itu Salsa menghitung dan gagal dua kali. Adonan pertama terlalu manis, percobaan kedua gagal karena takaran mentega meleset. Pada percobaan ketiga, akhirnya kuenya matang sempurna. Ia sadar, yang selama ini ia lakukan di kelas hanyalah menghafal angka tanpa memahami maksudnya. Sejak hari itu Salsa mengubah cara belajarnya. Ia mulai bertanya mengapa rumus itu bekerja, bukan sekadar menghafalnya.
Salsa selalu duduk paling depan saat pelajaran matematika, tetapi nilainya justru yang terendah di kelas. Ia menghafal rumus dengan rajin, menyalin catatan teman dengan rapi, bahkan mengikuti les tambahan. Anehnya, begitu soal berubah sedikit dari contoh, Salsa langsung kebingungan dan menyerah.
Pak Damar, guru matematika, menyadari pola itu. Suatu sore ia memanggil Salsa dan menugaskannya hal yang aneh: memecahkan resep kue kering ibunya agar muat dalam loyang yang lebih kecil. Salsa keberatan karena takut gagal. Pak Damar hanya tersenyum dan berkata, "Coba dulu, hitunglah. Matematika bukan hafalan, melainkan alat berpikir."
Malam itu Salsa menghitung dan gagal dua kali. Adonan pertama terlalu manis, percobaan kedua gagal karena takaran mentega meleset. Pada percobaan ketiga, akhirnya kuenya matang sempurna. Ia sadar, yang selama ini ia lakukan di kelas hanyalah menghafal angka tanpa memahami maksudnya. Sejak hari itu Salsa mengubah cara belajarnya. Ia mulai bertanya mengapa rumus itu bekerja, bukan sekadar menghafalnya.
Manis alami dari lebah hutan asli!
100% tanpa gula tambahan
Khasiat segelas setiap pagi terasa hingga sore
Hanya Rp65.000 — tersedia di apotek terdekat
DINKES Kota Jayakarta mencatat 14 kasus keracunan makanan tradisional pada triwulan ini. Dua di antaranya berasal dari minuman herbal yang dijual tanpa izin edar. Kepala Dinkes mengimbau warga membeli produk pangan hanya dari tempat yang memiliki izin edar resmi dan memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum dikonsumsi.
Manis alami dari lebah hutan asli!
100% tanpa gula tambahan
Khasiat segelas setiap pagi terasa hingga sore
Hanya Rp65.000 — tersedia di apotek terdekat
DINKES Kota Jayakarta mencatat 14 kasus keracunan makanan tradisional pada triwulan ini. Dua di antaranya berasal dari minuman herbal yang dijual tanpa izin edar. Kepala Dinkes mengimbau warga membeli produk pangan hanya dari tempat yang memiliki izin edar resmi dan memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum dikonsumsi.
Manis alami dari lebah hutan asli!
100% tanpa gula tambahan
Khasiat segelas setiap pagi terasa hingga sore
Hanya Rp65.000 — tersedia di apotek terdekat
DINKES Kota Jayakarta mencatat 14 kasus keracunan makanan tradisional pada triwulan ini. Dua di antaranya berasal dari minuman herbal yang dijual tanpa izin edar. Kepala Dinkes mengimbau warga membeli produk pangan hanya dari tempat yang memiliki izin edar resmi dan memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum dikonsumsi.
| # | Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|---|
| A. | Teks 5B menyarankan memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum mengonsumsi produk pangan | ||
| B. | Teks 5A memuat data kasus keracunan sebagai bukti khasiat produknya | ||
| C. | Dua kasus keracunan dalam Teks 5B berasal dari minuman herbal tanpa izin edar |
Rumah itu kian sunyi sejak ayah pergi bekerja ke negeri seberang. Piring-piring di dapur menumpuk seperti tanya yang tak terjawab, dan kursi kosong di meja makan terasa lebih berat daripada meja itu sendiri. Ibu menatap jendela berjam-jam, seolah menunggu sampan yang belum pasti kapan pulangnya. Tanpa sepatah kata pun, kami memahami betapa jauh jarak itu menuntun ibu kami berjalan dalam lamunan.
Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879. Sesuai adat bangsawan saat itu, ia disekolahkan hingga usia dua belas tahun, lalu dipingit di rumah keluarganya. Di balik tembok pingit itulah Kartini mengasah dirinya: ia membaca koran dan buku berbahasa Belanda serta bersurat dengan sahabat-sahabatnya di negeri itu.
Dari surat-menyurat itulah pemikirannya terangkum. Kartini berkeyakinan bahwa pendidikan adalah pintu bagi manusia untuk memajukan dirinya, dan pintu itu harus terbuka sama bagi laki-laki maupun perempuan. Ia juga menggugat adat yang membelenggu kaum perempuan dan membayangkan bangsa yang berdiri sederajat dengan bangsa-bangsa lain. Surat-surat itu kemudian dibukukan dengan judul Door Duisternis tot Licht atau "Habis Gelap Terbitlah Terang".
Gagasan itu tidak berhenti sebagai angan. Kartini mendirikan sekolah untuk anak-anak perempuan di belakang rumahnya dan mengajak mereka belajar menulis, menjahit, sekaligus mengenal ilmu pengetahuan. Meskipun usianya pendek — ia wafat pada 17 September 1904 dalam usia dua puluh lima tahun — gagasan Kartini terus hidup dan mengilhami berdirinya sekolah-sekolah Kartini di berbagai kota. Pemerintah pun menetapkan tanggal lahirnya sebagai Hari Kesaktian Pancasila dan kemudian dirayakan sebagai Hari Kartini.
Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879. Sesuai adat bangsawan saat itu, ia disekolahkan hingga usia dua belas tahun, lalu dipingit di rumah keluarganya. Di balik tembok pingit itulah Kartini mengasah dirinya: ia membaca koran dan buku berbahasa Belanda serta bersurat dengan sahabat-sahabatnya di negeri itu.
Dari surat-menyurat itulah pemikirannya terangkum. Kartini berkeyakinan bahwa pendidikan adalah pintu bagi manusia untuk memajukan dirinya, dan pintu itu harus terbuka sama bagi laki-laki maupun perempuan. Ia juga menggugat adat yang membelenggu kaum perempuan dan membayangkan bangsa yang berdiri sederajat dengan bangsa-bangsa lain. Surat-surat itu kemudian dibukukan dengan judul Door Duisternis tot Licht atau "Habis Gelap Terbitlah Terang".
Gagasan itu tidak berhenti sebagai angan. Kartini mendirikan sekolah untuk anak-anak perempuan di belakang rumahnya dan mengajak mereka belajar menulis, menjahit, sekaligus mengenal ilmu pengetahuan. Meskipun usianya pendek — ia wafat pada 17 September 1904 dalam usia dua puluh lima tahun — gagasan Kartini terus hidup dan mengilhami berdirinya sekolah-sekolah Kartini di berbagai kota. Pemerintah pun menetapkan tanggal lahirnya sebagai Hari Kesaktian Pancasila dan kemudian dirayakan sebagai Hari Kartini.
Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879. Sesuai adat bangsawan saat itu, ia disekolahkan hingga usia dua belas tahun, lalu dipingit di rumah keluarganya. Di balik tembok pingit itulah Kartini mengasah dirinya: ia membaca koran dan buku berbahasa Belanda serta bersurat dengan sahabat-sahabatnya di negeri itu.
Dari surat-menyurat itulah pemikirannya terangkum. Kartini berkeyakinan bahwa pendidikan adalah pintu bagi manusia untuk memajukan dirinya, dan pintu itu harus terbuka sama bagi laki-laki maupun perempuan. Ia juga menggugat adat yang membelenggu kaum perempuan dan membayangkan bangsa yang berdiri sederajat dengan bangsa-bangsa lain. Surat-surat itu kemudian dibukukan dengan judul Door Duisternis tot Licht atau "Habis Gelap Terbitlah Terang".
Gagasan itu tidak berhenti sebagai angan. Kartini mendirikan sekolah untuk anak-anak perempuan di belakang rumahnya dan mengajak mereka belajar menulis, menjahit, sekaligus mengenal ilmu pengetahuan. Meskipun usianya pendek — ia wafat pada 17 September 1904 dalam usia dua puluh lima tahun — gagasan Kartini terus hidup dan mengilhami berdirinya sekolah-sekolah Kartini di berbagai kota. Pemerintah pun menetapkan tanggal lahirnya sebagai Hari Kesaktian Pancasila dan kemudian dirayakan sebagai Hari Kartini.
(1) Semua kata baku.
(2) Berisi pendapat pribadi tokoh tentang politik kolonial.
(3) Ditulis berdasarkan fakta dan riwayat hidup nyata.
(4) Tokohnya diangkat dari imajinasi penulis, bukan tokoh nyata.
Jawab seluruh soal, lalu lihat skor akhir latihanmu di sini.