Latihan Soal TKA SMA Matematika Paket 1 - Ujian.co.id
arrow_back school Ujian.co.id
Bank Soal TKA SMA — Matematika Paket 1
calculate

Latihan Soal TKA SMA Matematika Paket 1

Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA mata pelajaran Matematika — 25 soal HOTS dengan tiga jenis soal: pilihan ganda, PGK kategori (Benar/Salah), dan PGK MCMA (centang semua jawaban yang benar). Setiap soal dilengkapi cek jawaban otomatis dan pembahasan lengkap.

quiz
25
Total Soal
category
5
Domain Materi
checklist
3
Jenis Soal
track_changes 0/25 Dijawab
Catatan TKA: Paket 1 ini berisi tiga jenis soal: pilihan ganda (pilih satu jawaban yang paling tepat), PGK kategori (tandai Benar atau Salah pada setiap pernyataan), dan PGK MCMA (centang semua jawaban yang benar; jawaban dinilai benar hanya jika seluruh pilihanmu tepat). Perhatikanlah gambar, tabel, atau grafik yang menyertai soal dengan teliti, lalu kerjakan langkah perhitungannya sebelum memilih jawaban. Gunakan tombol Cek Jawaban untuk menilai jawabanmu dan tombol Pembahasan untuk memahami alasan lengkapnya.
calculate Bilangan
Soal 1–2
1) Bacalah informasi berikut dengan saksama, kemudian perhatikanlah gambar pendukungnya! Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut tentang isi tagihan listrik keluarga Bu Rina!

Informasi untuk Soal 1–2

Keluarga Bu Rina menerima tagihan listrik untuk periode pembayaran 01 Mei 2024 – 31 Mei 2024. Pada lembar tagihan terlihat rincian biaya sebagai berikut: Pemakaian Listrik Rp80.000,00, Biaya Admin Rp5.000,00, dan PPN 11% sebesar Rp10.000,00. Di bagian bawah tagihan tercetak TOTAL TAGIHAN sebesar Rp95.000,00 yang harus dibayar keluarga Bu Rina.

Sebelum membayar, Bu Rina ingin memeriksa kecermatan tagihannya. Ia ingat bahwa PPN dihitung dari biaya pemakaian listrik, sedangkan biaya admin adalah biaya tetap layanan. Bu Rina pun mengecek perhitungan setiap komponen biaya pada tagihan tersebut.

Tagihan listrik periode 01 Mei 2024 - 31 Mei 2024: Pemakaian Listrik Rp80.000,00, Biaya Admin Rp5.000,00, PPN 11% Rp10.000,00, Total Tagihan Rp95.000,00
No.PernyataanBenarSalah
A Besar PPN yang tertera sama dengan 11% dari biaya pemakaian listrik.
B Jika PPN dihitung tepat sebesar 11% dari biaya pemakaian listrik, total tagihan menjadi Rp93.800,00.
C Biaya admin pada tagihan sama dengan 6% dari biaya pemakaian listrik.
2) Perhatikan kembali tagihan listrik keluarga Bu Rina pada soal nomor 1! Pilihlah pernyataan yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

Informasi untuk Soal 1–2

Tagihan listrik keluarga Bu Rina untuk periode 01 Mei 2024 – 31 Mei 2024 memuat tiga komponen biaya, yaitu Pemakaian Listrik Rp80.000,00, Biaya Admin Rp5.000,00, dan PPN 11% sebesar Rp10.000,00. Jumlah ketiga komponen tersebut tercetak sebagai TOTAL TAGIHAN Rp95.000,00.

Bagian pengecekan pada aplikasi pembayaran menyediakan fitur analisis tagihan: setiap komponen dapat dibandingkan dengan komponen lain dalam bentuk selisih, perbandingan, atau persentase. Fitur ini membantu pelanggan menemukan ketidakcermatan pencetakan seperti yang terjadi pada tagihan Bu Rina.

Tagihan listrik dengan rincian Pemakaian Listrik Rp80.000,00, Biaya Admin Rp5.000,00, PPN 11% Rp10.000,00, dan Total Tagihan Rp95.000,00
functions Aljabar
Soal 3–7
3) Bacalah informasi berikut dengan saksama, kemudian perhatikanlah gambar pendukungnya! Biaya produksi pabrik roti tersebut dinyatakan dengan fungsi biaya. Biaya tetap dan biaya variabel per unit produksinya berturut-turut adalah...

Informasi untuk Soal 3–7

Sebuah pabrik roti menggambarkan total biaya produksinya pada bidang koordinat. Garis lurus pada gambar melalui titik (2, 4) dan (6, 6), serta berlabel persamaan y = ½x + 3. Pada model tersebut, x menyatakan banyak roti yang diproduksi (dalam unit) dan y menyatakan total biaya produksi (dalam ribuan rupiah).

Pemilik pabrik menyadari bahwa model biaya seperti ini terdiri atas biaya tetap (biaya yang dikeluarkan meskipun tanpa produksi) dan biaya variabel (biaya yang bertambah setiap satu unit roti diproduksi). Kedua komponen tersebut dapat dibaca langsung dari persamaan garis pada gambar.

Grafik garis lurus y = setengah x + 3 pada bidang koordinat Kartesius yang melalui titik (2,4) dan (6,6)
4) Perhatikan kembali grafik garis pada informasi untuk soal 3–7! Pada denah koordinat yang sama akan dibangun jalur kereta bantuan yang sejajar dengan garis pada gambar dan melalui titik (0, −2). Persamaan garis yang mewakili jalur kereta bantuan tersebut adalah...

Informasi untuk Soal 3–7

Garis lurus pada gambar grafik melalui titik (2, 4) dan (6, 6) dengan persamaan y = ½x + 3. Garis ini digunakan sebagai model denah rel kereta api utama pada suatu area stasiun, dengan x dan y menyatakan posisi pada sumbu mendatar dan tegak (dalam satuan puluhan meter).

Manajemen stasiun merencanakan jalur bantuan yang sejajar dengan rel utama sehingga kedua rel tidak akan pernah berpotongan. Jalur bantuan harus melalui titik (0, −2), yaitu lokasi pintu gudang kargo pada denah.

Grafik garis lurus y = setengah x + 3 yang melalui titik (2,4) dan (6,6) pada bidang koordinat
5) Perhatikan kembali grafik garis pada informasi untuk soal 3–7! Manajer pabrik menggunakan fungsi invers f⁻¹ untuk mencari banyak roti yang harus diproduksi apabila total biayanya diketahui. Nilai f⁻¹(10) adalah...

Informasi untuk Soal 3–7

Model biaya produksi pabrik roti digambarkan sebagai garis lurus melalui titik (2, 4) dan (6, 6) dengan persamaan y = ½x + 3, di mana x banyak roti (unit) dan y total biaya (ribuan rupiah). Secara umum model ini ditulis sebagai fungsi f(x) = ½x + 3.

Fungsi ini memetakan banyak roti ke total biaya. Kebalikannya, fungsi invers f⁻¹ memetakan total biaya ke banyak roti yang harus diproduksi, sehingga manajer dapat langsung menyusun target produksi dari anggaran yang tersedia.

Grafik garis lurus y = setengah x + 3 melalui titik (2,4) dan (6,6) pada bidang koordinat Kartesius
6) Perhatikan kembali grafik garis pada informasi untuk soal 3–7! Daerah layak produksi dibatasi oleh garis y = ½x + 3, sumbu-X, sumbu-Y, dan garis x = 6 (dengan x, y ≥ 0). Keuntungan setiap komposisi produksi dinyatakan fungsi objektif P = 2x + y (dalam ribuan rupiah). Nilai maksimum dari P pada daerah tersebut adalah...

Informasi untuk Soal 3–7

Garis lurus pada gambar melalui titik (2, 4) dan (6, 6) dengan persamaan y = ½x + 3. Garis ini kini digunakan sebagai batas kapasitas mesin pengadon: kombinasi produksi (x, y) dari dua jenis roti dianggap layak apabila berada di bawah atau pada garis tersebut.

Daerah layak produksi juga dibatasi sumbu-X, sumbu-Y, dan garis x = 6 karena ketersediaan loyang. Setiap komposisi produksi memberi keuntungan P = 2x + y (ribuan rupiah), dan pabrik mencari komposisi dengan keuntungan terbesar pada titik-titik sudut daerah layak.

Grafik garis lurus y = setengah x + 3 melalui titik (2,4) dan (6,6) yang membatasi daerah layak produksi
7) Perhatikan kembali grafik garis pada informasi untuk soal 3–7! Setiap roti dijual dengan harga Rp2.000,00. Keuntungan pabrik untuk memproduksi dan menjual 10 unit roti adalah...

Informasi untuk Soal 3–7

Garis pada gambar melalui titik (2, 4) dan (6, 6) serta berpersamaan y = ½x + 3, dengan x banyak roti (unit) dan y total biaya produksi (ribuan rupiah). Model ini berlaku untuk jumlah produksi yang digambarkan pada grafik.

Seluruh roti yang diproduksi terjual habis dengan harga Rp2.000,00 per unit, sehingga pendapatan pabrik untuk x unit adalah 2x (ribuan rupiah). Keuntungan diperoleh dari pendapatan dikurangi total biaya produksi.

Grafik garis lurus y = setengah x + 3 melalui titik (2,4) dan (6,6) sebagai model biaya produksi
square_foot Geometri dan Pengukuran
Soal 8–17
8) Bacalah informasi berikut dengan saksama, kemudian perhatikanlah gambar pendukungnya! Jika titik Q direfleksikan terhadap titik E, bayangan yang terbentuk adalah titik...

Informasi untuk Soal 8–11

Gambar menunjukkan jajar genjang PQTR dengan P di kiri atas, Q di kanan atas, R di kiri bawah, dan T di kanan bawah. Kedua diagonalnya, yaitu PT dan QR, berpotongan di titik E. Tanda garis tunggal pada gambar menunjukkan PE = ET, dan tanda garis ganda menunjukkan RE = EQ.

Sebagai bagian dari proyek seni geometri, siswa diminta menelaah sifat simetri jajar genjang tersebut. Titik E berperan sebagai pusat simetri: setiap titik pada sudut jajar genjang memiliki pasangan yang simetris terhadap E pada sudut di seberangnya.

Jajar genjang PQTR dengan diagonal PT dan QR berpotongan di titik E; tanda garis tunggal pada PE dan ET serta tanda garis ganda pada RE dan EQ
9) Perhatikan kembali jajar genjang PQTR pada informasi untuk soal 8–11! Diagonal PT dan QR berpotongan di titik E. Pasangan segitiga kongruen beserta aturan kekongruenannya yang tepat berdasarkan gambar adalah...

Informasi untuk Soal 8–11

Jajar genjang PQTR pada gambar memiliki diagonal PT dan QR yang berpotongan di titik E. Tanda garis tunggal pada PE dan ET menunjukkan PE = ET, sedangkan tanda garis ganda pada RE dan EQ menunjukkan RE = EQ. Kedua diagonal berpotongan membentuk sudut-sudut di titik E.

Dalam materi transformasi dan kekongruenan, potongan-potongan garis pada bangun datar sering diuji untuk membentuk segitiga-segitiga yang kongruen. Perhatikan sudut ∠PEQ dan ∠TER yang merupakan pasangan sudut bertolak belakang sehingga besar keduanya sama.

Jajar genjang PQTR dengan diagonal PT dan QR berpotongan di E; PE = ET (tanda tunggal) dan RE = EQ (tanda ganda)
10) Perhatikan kembali jajar genjang PQTR pada informasi untuk soal 8–11! Jika PE : EQ = 7 : 5 dan jumlah panjang kedua diagonal PT + QR = 48 cm, panjang diagonal PT adalah...

Informasi untuk Soal 8–11

Jajar genjang PQTR pada gambar memiliki diagonal PT dan QR yang berpotongan di titik E. Sifat diagonal jajar genjang: diagonal-diagonalnya saling membagi dua sama panjang, sehingga PE = ET dan RE = EQ sesuai tanda pada gambar.

Untuk memperkirakan ukuran bingkai karya seni berbentuk jajar genjang tersebut, diketahui perbandingan setengah diagonal PE : EQ = 7 : 5 dan jumlah panjang seluruh diagonal PT + QR = 48 cm. Panjang setiap diagonal dapat dihitung dari informasi ini.

Jajar genjang PQTR dengan diagonal PT dan QR yang saling membagi dua sama panjang di titik E
11) Perhatikan kembali jajar genjang PQTR pada informasi untuk soal 8–11! Kedua diagonalnya membagi jajar genjang menjadi empat segitiga. Perbandingan luas △PEQ terhadap luas jajar genjang PQTR adalah...

Informasi untuk Soal 8–11

Gambar memperlihatkan jajar genjang PQTR dengan diagonal PT dan QR yang berpotongan di titik E. Tanda garis tunggal dan ganda pada gambar menegaskan PE = ET serta RE = EQ, artinya E tepat berada di tengah-tengah kedua diagonal.

Siswa yang mengerjakan proyek seni geometri ingin mewarnai setiap daerah segitiga hasil potongan diagonal dengan luas yang seimbang. Untuk itu, perbandingan luas satu segitiga kecil (misalnya △PEQ) terhadap luas seluruh jajar genjang perlu dihitung terlebih dahulu.

Jajar genjang PQTR yang dibagi diagonal PT dan QR menjadi empat segitiga di sekitar titik potong E
12) Bacalah informasi berikut dengan saksama, kemudian perhatikanlah gambar pendukungnya! Jarak titik B ke diagonal AD pada kaca jendela tersebut adalah...

Informasi untuk Soal 12–13

Gambar menunjukkan persegi panjang ABCD dengan sudut siku-siku di setiap sudutnya: A di kiri bawah, B di kanan bawah, C di kiri atas, dan D di kanan atas. Sebuah kaca jendela berbentuk persegi panjang ini memiliki panjang AB = 16 cm dan lebar BD = 12 cm.

Untuk memasang film pelindur, teknisi perlu mengetahui jarak tegak lurus dari titik B ke diagonal AD. Garis AD menghubungkan sudut kiri bawah ke sudut kanan atas dan menjadi salah satu diagonal kaca. Jarak tegak lurus inilah yang menentukan posisi garis perekat.

Persegi panjang ABCD dengan A kiri bawah, B kanan bawah, C kiri atas, D kanan atas, dan tanda sudut siku-siku
13) Perhatikan kembali kaca jendela berbentuk persegi panjang ABCD pada informasi untuk soal 12–13! Diagonal AD dan diagonal BC berpotongan di titik E. Keliling segitiga BED adalah...

Informasi untuk Soal 12–13

Kaca jendela berbentuk persegi panjang ABCD pada gambar memiliki A di kiri bawah, B di kanan bawah, C di kiri atas, dan D di kanan atas. Ukurannya AB = 16 cm dan BD = 12 cm, dengan sudut siku-siku di setiap titik sudut.

Kedua diagonal kaca, yaitu AD dan BC, saling berpotongan di titik E tepat di tengah kaca. Stiker dekoratif berbentuk segitiga BED akan ditempel pada salah satu bagian kaca, sehingga keliling segitiga tersebut perlu dihitung untuk menentukan panjang garis tepi stikernya.

Persegi panjang ABCD dengan A kiri bawah, B kanan bawah, C kiri atas, D kanan atas, dan tanda sudut siku-siku
14) Bacalah informasi berikut dengan saksama, kemudian perhatikanlah gambar pendukungnya! Nilai x pada penampang atap gudang tersebut adalah...

Informasi untuk Soal 14–15

Gambar menunjukkan penampang sebuah atap gudang berbentuk trapesium siku-siku ABCD dengan AB sejajar CD. Titik A berada di kiri atas, B di kiri bawah, C di kanan bawah, dan D di kanan atas. Sudut siku-siku terletak di titik B dan C, sehingga AB dan CD tegak lurus terhadap BC.

Ukuran penampang tersebut: AB = 9 m, BC = 8 m, sisi miring AD = 10 m, dan panjang CD = x. Bagian CD digambar dengan warna berbeda karena merupakan sisi yang akan dipasang talang, sehingga nilai x harus dihitung terlebih dahulu.

Trapesium siku-siku ABCD dengan AB = 9 m tegak, BC = 8 m mendatar, sisi miring AD = 10 m, dan CD = x tegak di kanan
15) Perhatikan kembali penampang atap gudang pada informasi untuk soal 14–15! Luas penampang atap gudang berbentuk trapesium siku-siku ABCD tersebut adalah...

Informasi untuk Soal 14–15

Penampang atap gudang digambarkan sebagai trapesium siku-siku ABCD dengan AB sejajar CD. Sisi tegak AB = 9 m berada di kiri, sisi mendatar BC = 8 m di bawah, sisi miring AD = 10 m, dan sisi tegak CD = x di kanan, dengan sudut siku-siku di B dan C.

Hasil perhitungan pada soal sebelumnya menunjukkan x = 3. Petugas pengecatan memerlukan luas penampang tersebut untuk menghitung kebutuhan cat pada bidang atap yang dilihat dari depan. Luas trapesium dihitung dengan jumlah sisi sejajar dikali jarak keduanya dibagi dua.

Trapesium siku-siku ABCD dengan AB = 9 m, BC = 8 m, AD = 10 m, dan CD = 3 m dengan sudut siku di B dan C
16) Bacalah informasi berikut dengan saksama, kemudian perhatikanlah gambar pendukungnya! Skala pembesaran gambar rumah pada layar terhadap gambar aslinya adalah...

Informasi untuk Soal 16–17

Gambar memperlihatkan sebuah proyektor yang membesarkan gambar rumah dari slide ke layar. Ukuran gambar asli pada slide adalah 75 cm × 50 cm, sedangkan ukuran gambar rumah yang terproyeksikan pada layar adalah 120 cm × 80 cm. Jarak proyektor ke layar adalah 4 m.

Pada gambar tercantum pula keterangan “skala pembesaran = 1 × jarak (m)”. Seorang siswa meragukan kebenaran keterangan tersebut, karena skala pembesaran seharusnya diperoleh dari perbandingan ukuran gambar pada layar terhadap ukuran gambar aslinya.

Proyektor membesarkan gambar rumah 75 cm x 50 cm menjadi 120 cm x 80 cm pada layar dengan jarak proyektor ke layar 4 m
17) Perhatikan kembali proyeksi gambar rumah pada informasi untuk soal 16–17! Perbandingan luas gambar rumah pada layar terhadap luas gambar rumah pada slide aslinya adalah...

Informasi untuk Soal 16–17

Proyektor membesarkan gambar rumah dari slide berukuran 75 cm × 50 cm menjadi gambar pada layar berukuran 120 cm × 80 cm, dengan jarak proyektor ke layar 4 m. Gambar pada layar sebangun dengan gambar asli pada slide.

Karena kedua gambar sebangun, perbandingan luasnya sama dengan kuadrat perbandingan sisi yang bersesuaian. Hal ini berguna untuk memperkirakan seberapa besar permukaan layar yang tercakup oleh gambar rumah saat presentasi berlangsung.

Gambar rumah 75 cm x 50 cm pada slide diproyeksikan menjadi 120 cm x 80 cm pada layar oleh proyektor
architecture Trigonometri
Soal 18–19
18) Bacalah informasi berikut dengan saksama, kemudian perhatikanlah gambar pendukungnya! Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut tentang posisi kedua kapal!

Informasi untuk Soal 18–19

Gambar menunjukkan sebuah menara suar (lighthouse) yang berdiri di tengah laut dengan tinggi 180 m di atas permukaan air. Dari puncak menara, seorang penjaga melihat dua kapal: kapal nelayan kecil di sebelah kiri dan kapal pesiar besar di sebelah kanan.

Garis penglihatan ke kapal nelayan membentuk sudut 55° terhadap dinding menara, sedangkan garis penglihatan ke kapal pesiar membentuk sudut 45° terhadap dinding menara. Huruf d menyatakan jarak mendatar antara kedua kapal yang dicari pada gambar.

Menara suar tinggi 180 m; garis penglihatan ke kapal nelayan membentuk sudut 55 derajat dan ke kapal pesiar 45 derajat terhadap dinding menara; jarak antar kapal d
No.PernyataanBenarSalah
A Jarak kapal pesiar ke titik kaki menara adalah 180 m.
B Jarak kapal nelayan ke titik kaki menara kurang dari 130 m.
C Jarak d antara kedua kapal adalah 55 m.
19) Perhatikan kembali menara suar pada informasi untuk soal 18–19! Pilihlah pernyataan yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

Informasi untuk Soal 18–19

Menara suar setinggi 180 m berdiri tegak di atas permukaan laut. Garis penglihatan dari puncak menara ke kapal nelayan membentuk sudut 55° terhadap dinding menara, dan garis penglihatan ke kapal pesiar membentuk sudut 45° terhadap dinding menara. Kedua kapal berada pada permukaan laut yang datar.

Sudut antara garis penglihatan dan dinding menara saling komplemen dengan sudut elevasi kapal terhadap puncak menara (sudut dari permukaan laut ke arah puncak). Untuk perhitungan gunakan pendekatan tan 55° ≈ 1,43, tan 30° ≈ 1/√3, dan tan 60° = √3.

Menara suar 180 m dengan sudut 55 derajat ke kapal nelayan dan 45 derajat ke kapal pesiar terhadap dinding menara
bar_chart Data dan Peluang
Soal 20–25
20) Bacalah informasi berikut dengan saksama, kemudian perhatikanlah gambar pendukungnya! Rata-rata nilai ulangan kelas XI-2 tersebut adalah...

Informasi untuk Soal 20–23

Tabel distribusi frekuensi pada gambar mencatat nilai ulangan Matematika 30 siswa kelas XI-2. Data dikelompokkan menjadi enam kelas interval: 45–47 dengan frekuensi 3, 48–50 dengan frekuensi 5, 51–53 dengan frekuensi 8, 54–56 dengan frekuensi 7, 57–59 dengan frekuensi 4, dan 60–62 dengan frekuensi 3.

Wali kelas akan melaporkan hasil ulangan ini kepada orang tua siswa. Untuk itu, ukuran pemusatan data seperti rata-rata, letak kelas median, dan persentase siswa yang mencapai nilai tertentu perlu dihitung dari tabel tersebut.

Tabel distribusi frekuensi nilai: 45-47 sebanyak 3, 48-50 sebanyak 5, 51-53 sebanyak 8, 54-56 sebanyak 7, 57-59 sebanyak 4, 60-62 sebanyak 3
21) Perhatikan kembali tabel distribusi frekuensi pada informasi untuk soal 20–23! Tepi bawah kelas median data tersebut adalah...

Informasi untuk Soal 20–23

Nilai ulangan Matematika 30 siswa kelas XI-2 disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dengan enam kelas interval: 45–47 (frekuensi 3), 48–50 (frekuensi 5), 51–53 (frekuensi 8), 54–56 (frekuensi 7), 57–59 (frekuensi 4), dan 60–62 (frekuensi 3).

Untuk menentukan letak median, frekuensi kumulatif setiap kelas perlu dihitung terlebih dahulu sampai mencapai setengah banyak data. Panjang kelas pada tabel ini adalah 3, sehingga tepi kelas diperoleh dengan menggeser batas kelas sebesar 0,5.

Tabel distribusi frekuensi dengan kelas 45-47 (f=3), 48-50 (f=5), 51-53 (f=8), 54-56 (f=7), 57-59 (f=4), 60-62 (f=3)
22) Perhatikan kembali tabel distribusi frekuensi pada informasi untuk soal 20–23! Persentase siswa yang memperoleh nilai paling rendah 54 (lulus KKM) adalah...

Informasi untuk Soal 20–23

Tabel distribusi frekuensi nilai ulangan 30 siswa kelas XI-2 memuat kelas interval 45–47 (frekuensi 3), 48–50 (frekuensi 5), 51–53 (frekuensi 8), 54–56 (frekuensi 7), 57–59 (frekuensi 4), dan 60–62 (frekuensi 3).

Sekolah menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 54. Dengan demikian, siswa dinyatakan tuntas apabila nilainya mencapai 54 atau lebih. Persentase ketuntasan kelas dapat dihitung langsung dari frekuensi kelas yang nilainya minimal 54.

Tabel distribusi frekuensi nilai ulangan 30 siswa pada enam kelas interval 45 sampai 62
23) Perhatikan kembali tabel distribusi frekuensi pada informasi untuk soal 20–23! Karena remidi berhasil diikuti seluruh siswa, setiap nilai pada kelas interval 51–53 ditambah 2 poin, sedangkan nilai kelas lain tetap. Rata-rata nilai setelah penambahan tersebut adalah...

Informasi untuk Soal 20–23

Tabel distribusi frekuensi nilai ulangan 30 siswa kelas XI-2 menunjukkan kelas interval 45–47 (frekuensi 3), 48–50 (frekuensi 5), 51–53 (frekuensi 8), 54–56 (frekuensi 7), 57–59 (frekuensi 4), dan 60–62 (frekuensi 3), dengan rata-rata sementara 53,3.

Setelah remidi, hanya nilai pada kelas 51–53 yang dinaikkan 2 poin untuk masing-masing siswa pada kelas itu. Perubahan sebagian data seperti ini menambah total nilai sebesar frekuensi kelas tersebut dikali kenaikan nilainya, sehingga rata-rata baru dapat dihitung tanpa mendaftar ulang semua nilai.

Tabel distribusi frekuensi nilai ulangan dengan kelas 51-53 berfrekuensi 8 dari total 30 siswa
24) Bacalah informasi berikut dengan saksama, kemudian perhatikanlah gambar pendukungnya! Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut tentang penjualan buku toko tersebut!

Informasi untuk Soal 24–25

Gambar menunjukkan diagram batang banyak buku yang terjual di toko buku Sedulur setiap bulan selama satu tahun. Nilai pada setiap batang secara berurutan dari Januari sampai Desember adalah 100, 120, 90, 150, 80, 110, 130, 140, 160, 100, 125, dan 145 buku, dengan sumbu tegak diagram berlabel frekuensi.

Manajer toko akan menyusun laporan penjualan tahunan. Sebelum menyusun laporan, ia memeriksa ukuran penyebaran data seperti modus, median, dan rentang dari kedua belas data penjualan bulanan tersebut.

Diagram batang penjualan buku per bulan: Jan 100, Feb 120, Mar 90, Apr 150, Mei 80, Jun 110, Jul 130, Agt 140, Sept 160, Okt 100, Nov 125, Des 145
No.PernyataanBenarSalah
A Modus banyak buku terjual adalah 100 buku.
B Median banyak buku terjual adalah 122,5 buku.
C Rentang banyak buku terjual adalah 85 buku.
25) Perhatikan kembali diagram batang penjualan toko buku Sedulur pada informasi untuk soal 24–25! Pilihlah pernyataan yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

Informasi untuk Soal 24–25

Diagram batang pada gambar menyajikan banyak buku yang terjual setiap bulan selama satu tahun, yaitu Januari 100, Februari 120, Maret 90, April 150, Mei 80, Juni 110, Juli 130, Agustus 140, September 160, Oktober 100, November 125, dan Desember 145 buku.

Manajer ingin meringkas data penjualan tersebut menjadi beberapa angka penting: total penjualan setahun, rata-rata per bulan, perbandingan antarsemester, serta bulan-bulan dengan penjualan tertinggi dan terendah sebagai bahan evaluasi stok.

Diagram batang penjualan buku 12 bulan: Januari 100, Februari 120, Maret 90, April 150, Mei 80, Juni 110, Juli 130, Agustus 140, September 160, Oktober 100, November 125, Desember 145
military_tech

Sudah Selesai Berlatih?

Lihat hasil latihanmu, pelajari kembali pembahasan soal yang salah, lalu lanjutkan ke paket lainnya.

folder_open Paket Soal Lain