Latihan Soal TKA SMP B. Indonesia - Ujian.co.id
arrow_back school Ujian.co.id
Bank Soal TKA SMP — B. Indonesia Paket 1
menu_book

Latihan Soal Bahasa Indonesia

Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP — 30 soal HOTS keterampilan membaca yang menguji pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi teks informasi dan teks fiksi.

quiz
30
Total Soal
category
3
Kompetensi
checklist
3
Jenis Soal
track_changes 0/30 Dijawab
Catatan TKA B. Indonesia: Soal disajikan dalam tiga bentuk: pilihan ganda, pernyataan Benar/Salah, dan pilihan jawaban benar lebih dari satu. Bacalah stimulus teks dengan saksama — jawaban sering menuntut pengolahan informasi, bukan sekadar mencocokkan kata. Gunakan tombol Cek Jawaban dan Pembahasan untuk belajar.
visibility Kompetensi 1: Pemahaman Tekstual
Soal 1–10
Teks 1 — Bacalah dengan saksama! (untuk Soal 1–3)

Setiap tahun, sekitar delapan juta ton sampah plastik masuk ke laut dunia. Angka itu setara dengan satu truk penuh sampah yang dibuang ke laut setiap menitnya. Plastik memang murah dan praktis, tetapi kekuatannya justru menjadi masalah: plastik tidak mudah mengalami degradasi alami.

Paparan sinar matahari dan gesekan ombak hanya mampu memecah plastik menjadi bagian sangat kecil yang disebut mikroplastik. Benda sekecil itu berukuran kurang dari lima milimeter sehingga tidak tampak oleh mata telanjang. Bahkan, sebagian partikelnya lebih halus daripada butiran garam.

Plankton, ikan kecil, hingga penyu kerap menelan mikroplastik karena menyangkanya makanan. Melalui rantai makanan, benda itu akhirnya sampai ke piring manusia. Sebuah penelitian memperkirakan manusia bisa menelan ribuan partikel plastik setiap tahunnya.

Berbagai pihak mulai bergerak. Sejumlah kota melarang penggunaan sedotan dan kantong plastik tipis. Sementara itu, warga dianjurkan membawa botol minum dan tas belanja sendiri. Langkah kecil memang tampak sepele, tetapi dampaknya luar biasa bila dilakukan bersama-sama.

1) Makna istilah "degradasi alami" pada paragraf pertama teks tersebut adalah...
2) Berdasarkan isi Teks 1, pernyataan yang tepat adalah...
3) Kata "benda sekecil itu" pada paragraf kedua Teks 1 merujuk pada...
Teks 2 — Bacalah dengan saksama! (untuk Soal 4–6)

Koperasi Sekolah Melati berdiri tahun lalu atas usul dua belas siswa kelas delapan. Berbeda dengan kantin biasa, koperasi ini dimiliki dan dikelola bersama oleh para anggotanya. Setiap anggota wajib menyetor simpanan pokok sebesar dua puluh ribu rupiah saat mendaftar.

Setiap hari Selasa dan Kamis, pengurus koperasi bergiliran melayani penjualan alat tulis dan makanan ringan. Keuntungan tidak pernah dibagikan habis, melainkan dicatat sebagai simpanan sukarela. Bagi hasil diserahkan setiap akhir semester sesuai besarnya jasa tiap anggota.

Bu Laras, guru pembina, selalu mengingatkan bahwa koperasi adalah latihan hidup bermasyarakat. Melalui koperasi, siswa belajar jujur mencatat, tekun menghitung, dan saling percaya. Sebaliknya, koperasi yang dikelola asal-asalan akan cepat kehabisan modal.

Kini jumlah anggota koperasi bertambah menjadi empat puluh siswa. Kepercayaan warga sekolah pun meningkat karena pelayanannya rapi. Sebagai rencana ke depan, pengurus akan membuka layanan fotokopi dan penjualan buku bekas agar keuntungan semakin besar.

4) Kerangka isi Teks 2 yang paling tepat adalah...
5) Berdasarkan Teks 2, jumlah simpanan pokok seluruh anggota Koperasi Sekolah Melati saat ini adalah...
6) Tentukan Benar atau Salah pernyataan-pernyataan berikut sesuai isi Teks 2!
# Pernyataan Benar Salah
A. Simpanan pokok yang wajib disetor setiap anggota sebesar dua puluh ribu rupiah
B. Keuntungan koperasi selalu dibagikan habis kepada seluruh anggota setiap hari Selasa
C. Bu Laras menjabat sebagai ketua pengurus koperasi
Teks 3 — Bacalah dengan saksama! (untuk Soal 7–9)

Batik bukan sekadar kain bermotif. Setiap goresan malam pada kain menyimpan cerita tentang alam, keyakinan, dan kehidupan masyarakat pembuatnya. Motif parang, misalnya, dahulu hanya boleh dikenakan para bangsawan, sedangkan motif kawung dapat dipakai siapa pun.

Membuat batik tulis memerlukan kesabaran luar biasa. Pengrajin menuangkan malam panas menggunakan canting, lalu mencelup kain ke dalam pewarna. Proses itu diulang berkali-kali hingga warnanya matang. Bahkan, satu kain batik tulis dapat memakan waktu lebih dari sebulan.

Di tengah deru mesin pencetak yang serba cepat, batik tulis tetap bertahan. Kain itu seolah bernapas karena seratnya tidak tertutup rapat oleh warna. Kainnya juga terasa dingin di kulit serta sanggup menyerap keringat dengan baik.

Kini batik dikenakan pelajar, pekerja, hingga pejabat pada hari-hari tertentu. Persoalannya, minat generasi muda menekuni pembatikan semakin tipis. Padahal, jumlah pewaris seni ini terbatas. Bila tidak ada yang meneruskan, Indonesia bisa kehilangan salah satu jati dirinya.

7) Berdasarkan isi Teks 3, pernyataan yang sesuai adalah...
8) Penggunaan kata "Bahkan" pada kalimat "Bahkan, satu kain batik tulis dapat memakan waktu lebih dari sebulan." (paragraf 2) berfungsi untuk...
9) Kalimat "Kain itu seolah bernapas karena seratnya tidak tertutup rapat oleh warna." menggunakan bahasa...
10) Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!

(1) Kata "hewan" bersifat umum, sedangkan kata "komodo" bersifat khusus.
(2) Kalimat "Kakaknya adalah tulang punggung keluarga" memakai makna denotatif.
(3) Kata "kejujuran" termasuk kata abstrak karena tidak dapat dilihat atau diraba oleh indra.
Pilihlah pernyataan yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
psychology Kompetensi 2: Pemahaman Inferensial
Soal 11–20
Cerita 1 — Bacalah dengan saksama! (untuk Soal 11–13)

Rani pulang sekolah melewati jembatan bambu di tepi kampung. Sungai yang dulu menjadi tempatnya memancing bersama Kakek kini berubah wajah. Airnya keruh kehitaman dan berbau menyengat. Setiap hujan turun, sampah tersangkut di akar bakung di tepian.

Warga berlidah, tetapi tak seorang pun bergerak. "Biar saja, toh sampahnya tidak masuk ke pekarangan," kata Pak Jefri sambil tertawa. Rani teringat pesan Kakek sebelum wafat, "Sungai adalah nyawa kampung. Ia selalu memberi, maka kita wajib menjaganya."

Kata-kata itu terus terngiang. Rani tidak bisa tinggal diam. Setiap sore ia memungut sampah di tepi sungai, mula-mula seorang diri. "Rani mau jadi pemulung, ya?" ejek Beni bersama teman-temannya. Namun, Rani tetap melangkah. Perlahan, dua temannya membawa karung dan ikut memungut. Seminggu kemudian, kelompok itu beranggotakan sembilan anak.

Melihat anak-anak bekerja tanpa minta imbalan, kepala dusun tersentuh. Ia menggelar rapat warga dan mengusulkan pembuatan bak sampah di setiap gang. Sebagian warga menolak karena menganggapnya membuang uang. Debat berlangsung panjang hingga malam. Pada akhirnya, warga sepakat mencoba usulan itu selama tiga bulan.

11) Watak Rani dalam cerita tersebut paling tepat digambarkan sebagai...
12) Jika kisah tersebut dilanjutkan, peristiwa yang paling mungkin terjadi adalah...
13) Warga akhirnya menyetujui usulan kepala dusun terutama karena...
Cerita 2 — Bacalah dengan saksama! (untuk Soal 14–16)

Pak Raharjo sudah dua puluh tahun menjaga perpustakaan sekolah. Setiap pagi ia datang paling awal, membetulkan rak yang miring, dan mengelem buku yang sobek. Siswa yang kesulitan mencari bacaan selalu ia antarkan ke rak yang tepat.

Meskipun jarang bicara, Pak Raharjo hafal letak hampir seluruh judul buku. "Buku-buku itu seperti anak saya sendiri," katanya suatu ketika, ketika kepala sekolah menawarkan peremajaan koleksi. Ia khawatir buku-buku lama akan dibuang dan terlupakan.

Sebuah badai merobek atap perpustakaan pada suatu malam. Hujan membasahi ratusan buku hingga halamannya menggelembung. Pak Raharjo murung beberapa hari. Namun, siswa-siswa yang selama ini sering ia bantu datang silih berganti. Mereka menjemur buku halaman demi halaman di halaman sekolah.

Melihat pemandangan itu, kepala sekolah mengalihkan dana peremajaan untuk memperbaiki atap dan membuat sudut baca yang teduh. Pak Raharjo tersenyum. Ia akhirnya paham, buku-buku itu bukan miliknya seorang, melainkan milik semua pembaca yang menyayanginya.

14) Ide pokok paragraf terakhir Cerita 2 adalah...
15) Nilai kehidupan yang paling kuat terpancar dari Cerita 2 adalah...
16) Tentukan Benar atau Salah pernyataan-pernyataan berikut sesuai isi Cerita 2!
# Pernyataan Benar Salah
A. Pak Raharjo menjabat sebagai kepala perpustakaan sekolah
B. Buku-buku yang basah dijemur oleh siswa yang sering dibantu Pak Raharjo
C. Kepala sekolah memutuskan membuang seluruh koleksi buku lama
Kutipan Prosa — Bacalah dengan saksama! (untuk Soal 17–18)

Senja itu angin datang melipat musim. Daun-daun jati berguguran seperti hujan keemasan yang lembut. Di kejauhan, lonceng masjid berdenting memecah sunyi, sementara asap dapur Nenek menjalar tipis di antara batang-batang cemara yang berdiri gagah. Rian memandangi semua itu dari bubungan kayu yang masih hangat oleh sisa sinar matahari. Dadanya sesak oleh rindu yang tak bertepi. Ia tahu, kampung ini akan tetap menunggunya, sekecil apa pun dirinya kelak kembali.

17) Makna bahasa kias pada kalimat "angin datang melipat musim" adalah...
18) Kutipan "lonceng masjid berdenting memecah sunyi" paling kuat membangkitkan citraan...
Teks Jamak — Bacalah kedua teks dengan saksama! (untuk Soal 19–20)

Teks A

Hutan bakau atau mangrove tumbuh di daerah perbatasan laut dan sungai. Akarnya yang rapat mampu menahan gelombang serta lumpur, sehingga pantai terlindungi dari abrasi. Di samping itu, akar bakau menjadi tempat bertelur ikan, udang, dan kerang. Sayangnya, luas hutan bakau Indonesia terus menyusut akibat alih fungsi menjadi tambak dan kawasan wisata.

Teks B

Seratus pelajar SMP di Desa Karangbolong, pesisir selatan Jawa, menanam dua ribu bibit bakau, Sabtu pekan lalu. Bibit berasal dari pembibitan kelompok nelayan setempat. "Tanaman ini kami rawat bergiliran setiap pekan," ujar ketua kelompok siswa. Kepala desa berharap kegiatan ini menjadi tradisi tahunan agar pantai desa kembali hijau dan nelayan ikut memperoleh tambahan hasil tangkapan.

19) Perbedaan fokus Teks A dan Teks B yang tepat adalah...
20) Perhatikan Teks B! Pilihlah pernyataan yang benar sesuai dengan informasi tersebut! Jawaban benar lebih dari satu.
rate_review Kompetensi 3: Evaluasi dan Apresiasi
Soal 21–30
Cerita 3 — Bacalah dengan saksama! (untuk Soal 21–23)

Ari, kapten tim futsal SMP Cendana, menghadapi laga final dengan perasaan campur aduk. Dua pemain utamanya sakit demam sehingga skuad tampil tidak lengkap. Sepanjang babak pertama, timnya tertinggal dua gol dan penonton sendiri mulai kecewa.

Ari sejak awal ingin mencetak gol dengan caranya sendiri. Ia menggiring bola kencang, mengabaikan posisi kawan yang lebih bebas, lalu kehilangan bola di depan lawan. "Kapten, kita menang sebagai tim atau kalah sebagai tim!" teriak Dava, penjaga gawangnya. Kalimat itu menghentak Ari.

Sorot balik: dua tahun silam, Ari memang pernah kehilangan gelar juara karena ingin tampil sendirian. Ia tidak mau mengulang kesalahan yang sama. Sejak itu, Ari mulai membangun serangan dari umpan-umpan pendek dan melibatkan setiap kawan.

Menit-menit akhir, gol sundulan Bima menyamakan kedudukan. Pada detik terakhir, Ari yang sudah berhadapan dengan kiper lawan justru mengoper ke Dava yang posisinya lebih terbuka. Gol terjadi. Tim Cendana menjuarai turnamen. Namun, kebahagiaan terbesar Ari bukanlah piala itu, melainkan tim yang akhirnya pulih menjadi satu.

21) Tanggapan emosional yang paling tepat terhadap sikap Ari di akhir cerita adalah...
22) Nilai yang dipelajari Ari pada cerita tersebut paling relevan diterapkan pelajar dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan...
23) Berdasarkan perkembangan tokohnya, Ari dalam cerita tersebut digolongkan sebagai tokoh...
Teks Jamak — Bacalah kedua teks dengan saksama! (untuk Soal 24–26)

Teks A (Iklan)

TIRTA BAHARI — Kemurnian dari Jantung Pegunungan! 100% murni dari mata air pegunungan terpilih. Mengandung sembilan mineral alami yang menyegarkan tubuh. Diproses tanpa bahan kimia tambahan. Botol kami ramah lingkungan karena terurai hanya dalam lima tahun! Miliki sekarang, dapatkan gelas cantik di setiap pembelian satu karton.

Teks B (Berita)

Para peneliti mengingatkan konsumen agar membaca label air kemasan dengan cermat. Menurut mereka, sebutan "murni" pada label semata-mata berarti sumber airnya mata air, bukan berarti air tersebut bebas proses. Semua air kemasan tetap melalui penyaringan dan sterilisasi sebelum dijual. Soal klaim botol "ramah lingkungan", peneliti menjelaskan bahwa botol plastik tetaplah plastik yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di alam bebas. Ahli gizi yang dikutip menambahkan, kandungan mineral air kemasan umumnya tidak berbeda jauh antar merek.

24) Berdasarkan perbandingan kedua teks, ketidaksesuaian yang patut dicurigai pembaca adalah...
25) Penggunaan frasa "100% murni" dan "Miliki sekarang" pada Teks A menunjukkan bahwa ragam bahasa iklan bertujuan...
26) Tentukan Benar atau Salah pernyataan-pernyataan berikut berdasarkan kedua teks tersebut!
# Pernyataan Benar Salah
A. Berita memuat pandangan ahli mengenai makna sebutan "murni" pada label air kemasan
B. Iklan dan berita sama-sama disusun tanpa maksud memengaruhi pembaca
C. Klaim "ramah lingkungan" pada iklan dapat menyesatkan bila pembaca tidak mengetahui penjelasan pada berita
Kutipan Prosa — Bacalah dengan saksama! (untuk Soal 27)

Rani menatap piagam juara itu lama sekali. Kertas emasnya berkilau ditembus lampu kamar. Aneh, pikirnya. Dulu ia rela mengantre di toko alat tulis hanya demi selembar kertas buram untuk latihan menulis. Kini, namanya tercetak dengan huruf besar di atas kertas yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan. Air matanya jatuh, bukan karena sedih, melainkan karena perjuangan panjang yang akhirnya menjelma menjadi sesuatu yang nyata.

27) Perasaan yang dialami tokoh pada kutipan tersebut paling tepat digambarkan sebagai...
Teks Biografi — Bacalah dengan saksama! (untuk Soal 28–30)

Soewardi Suryaningrat, yang kelak dikenal sebagai Ki Hadjar Dewantara, lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889. Semasa muda, ia resah melihat pendidikan yang hanya dapat diakses anak-anak bangsawan Belanda dan pribumi berada. Baginya, setiap anak berhak menuntut ilmu tanpa memandang asal-usul.

Untuk mewujudkan cita-cita itu, pada 3 Juli 1922 ia mendirikan perguruan Taman Siswa. Sekolah ini menerima siapa saja, dari kalangan bangsawan maupun rakyat biasa. Ajarannya yang termasyhur, "ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani", mengarahkan pendidik untuk memberi teladan, membangun semangat, dan memberi dorongan dari belakang.

Kiprahnya menembus batas sekolah. Tulisan-tulisannya di berbagai surat kabar membuka mata masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi seluruh rakyat. Pada masa tua, ia tetap menulis dan membina guru-guru muda. Jasa perjuangannya dikenang bangsa: tanggal kelahirannya, 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

28) Berdasarkan isi teks biografi tersebut, pernyataan yang tepat adalah...
29) Semangat Ki Hadjar Dewantara dalam teks tersebut paling relevan diwujudkan pelajar masa kini dengan cara...
30) Perhatikan Teks Biografi Ki Hadjar Dewantara! Pilihlah pernyataan yang benar sesuai dengan informasi tersebut! Jawaban benar lebih dari satu.
military_tech

Sudah Selesai Berlatih?

Lihat hasil latihanmu, pelajari kembali pembahasan soal yang salah, lalu lanjutkan ke paket lainnya.

folder_open Paket Soal Lain